Cara Menggunakan VirtualBox (2018): Petunjuk Manual

Cara Menggunakan Virtualbox Header

VirtualBox memungkinkan anda untuk menggunakan banyak sistem operasi tanpa harus membeli komputer baru. Dengan memasang VirtualBox di komputer, anda dapat menjalankan sistem operasi lain tanpa harus menghapus sistem operasi yang sudah terpasang. Artinya, sistem operasi utama dan sistem operasi kedua akan berjalan berdampingan. Terdengar menarik bukan? Lalu, bagaimana cara menggunakan VirtualBox?

Cara Menggunakan VirtualBox (2018): Petunjuk Manual

Mengunduh Virtualbox

Di artikel ini, kita akan belajar bersama bagaimana cara menggunakan VirtualBox. Dan penulis menggunakan VirtualBox versi terbaru, sehingga pastikan anda mengunduh VirtualBox terbaru. Saat artikel ini turun, versi VirtualBox yang penulis pakai adalah VirtualBox 5.2.8. Walaupun nantinya ada versi baru, penulis yakin cara menggunakannya tidak banyak berubah dalam tahun ini. Pastikan juga VirtualBox yang anda unduh sesuai dengan sistem operasi yang anda pakai. Karena artikel cara menggunakan VirtualBox ini cukup panjang, sebaiknya anda bookmark agar di browser anda agar bisa anda tidak lupa untuk mengakses artikel ini.

 

Persiapan menggunakan VirtualBox

Menggunakan VirtualBox sangat menguras performa komputer anda. Karena ini sama saja menjalankan 2 sistem operasi secara bersamaan (bahkan anda bisa menjalankan lebih dari 2). Prosesor yang mumpuni, juga dengan RAM dan hard disk yang memiliki ruang banyak perlu untuk disediakan.

Prosesor yang digunakan sangat berpengaruh terhadap optimalnya anda dalam menggunakan VirtualBox. Jika anda menggunakan prosesor yang dirilis 10 tahun belakangan ini, kemungkinan performanya tidak akan terlalu buruk.

Menghidupkan Virtualization Technology

Performa VirtualBox akan semakin meningkat apabila dibekali Virtualization Technology. Teknologi ini berada di prosesor dan tidak semua prosesor memiliki teknologi ini. Umumnya, seluruh lini prosesor Intel Core memiliki teknologi ini. Sebagai contoh, penulis memiliki laptop dengan prosesor Intel Core i5 7200u dan sudah memiliki Virtualization Technology seperti gambar diatas. Anda bisa mengeceknya di BIOS masing-masing komputer untuk mengetahui lebih lanjut.

Tanpa adanya teknologi virtualization, anda juga tidak bisa memasang sistem operasi versi 64-bit. Sehingga, hanya sistem operasi 32-bit saja yang bisa anda pakai.

Langsung saja, ini dia cara menggunakan VirtualBox.

Meng-install VirtualBox

Dalam proses instalasi VirtualBox, tidak ada pengaturan yang harus anda ubah. Oleh karena itu, langsung saja install seperti biasa dengan mengklik Next hingga Finish.

Tampilan Utama Virtualbox

Setelah selesai, langsung jalankan VirtualBox. Tampilannya akan seperti gambar diatas. Langkah selanjutnya adalah membuat Virtual Machine (VM) baru. Maksud dari Virtual Machine adalah istilah yang digunakan membuat sebuah sistem virtual. Dalam hal ini, sistem adalah sebuah komputer. Jadinya, anda membuat komputer virtual di dalam komputer fisik anda. Di VM inilah kita akan memasang sistem operasi lainnya.

Ukuran VM sangat tergantung dari ukuran sistem operasi yang akan anda install. Bisa saja akan memakan ruang penyimpanan anda sebanyak 20 GB bahkan lebih. Apalagi jika anda menaruh banyak file di VM, akan semakin membengkak. Secara bawaan, VM akan disimpan dalam folder User pada partisi C, dimana sistem operasi utama anda ter-install.

Mengganti Tempat Virtual Machine

Jika anda memiliki partisi lain yang memiliki kapasitas lebih banyak, anda tentu bisa mengubahnya. Caranya adalah klik FIle > Preference. Kemudian pada “Default machine folder”, pilih direktori baru tempat anda menyimpan VM. Karena komputer penulis hanya memiliki satu partisi, maka penulis membiarkannya disimpan di partisi C. Jika sudah, klik OK.

Meng-install Windows 10 ke Virtual Machine

Langkah cara menggunakan VirtualBox selanjutnya adalah kita mulai untuk sistem operasi dalam VM. Untuk percobaan kali ini, penulis akan meng-install Windows 10 ke VM. Walaupun penulis sebenarnya sudah menggunakan Windows 10 di komputer ini, penulis ingin menggunakan Windows 10 di VM sebagai sistem operasi test. Tentu anda dapat bebas memilih sistem operasi yang akan anda install. Bahkan sistem operasi lama Windows seperti Windows XP juga bisa anda install.

Membuat Virtual Machine

Membuat Virtual Machine Expert Mode

Untuk membuat VM, silahkan klik “New”. Tampilannya akan seperti gambar diatas. Secara bawaan, anda akan menggunakan “Expert mode” dalam membuat Virtual Machine. Agar lebih mudah, apalagi ada pembaca yang benar-benar baru dalam menggunakan VirtualBox, penulis akan menggunakan “Guided Mode”. Silahkan klik itu saja.

Memilih Sistem Operasi Virtualbox

Langkah pertama adalah memilih sistem operasi yang anda install. Penulis disini memiliki file instalasi Windows 10 32 bit yang penulis unduh di situs Microsoft yang akan dibahas nanti. Jangan lupa untuk memberikan nama VM-nya. Setelah selesai, klik Next.

Ukuran Ram Virtual Machine Virtualbox

Langkah kedua adalah mengalokasikan penggunaan RAM. Windows 10 32 bit dapat berjalan di RAM sebesar 1024 MB atau 1 GB. Jika menggunakan sistem operasi 64 bit, biasanya harus disediakan RAM minimal 2 GB. Perlu diingat bahwa alokasi RAM ini tentu mengambil porsi RAM fisik anda. Jika komputer anda memiliki RAM 8 GB, maka ketika anda mengalokasikan 1 GB untuk VM, maka ketika VM berjalan, RAM fisik anda akan tersisa 7 GB saja. Jadi pastikan RAM fisik anda mencukupi. Klik Next jika sudah yakin.

Membuat Virtual Hard Disk Virtualbox

Langkah ketiga adalah membuat virtual Hard disk. Virtual Hard disk inilah yang digunakan untuk menyimpan file-file penting sistem operasi anda. Biarkan saja opsi bawaan terpilih, yaitu “Create a virtual hard disk now”. Langsung saja klik Create.

Memilih Jenis Virtual Hard Disk Virtualbox

Langkah keempat adalah memilih jenis virtual Hard disk. Anda tidak perlu mengganti opsi yang ada. Langsung saja klik Next.

Ukuran Hard Disk Virtual Virtualbox

Langkah kelima adalah memilih opsi mengenai ukuran hard disk virtual. Opsi pertama yaitu “Dynamically allocated”, dimana ukuran virtual hard disk akan bertambah atau berkurang sesuai penggunaan. Jika VM anda ukurannya semakin besar, begitu juga hard disk virtual-nya. Opsi kedua yaitu “Fixed size” dimana ukurannya bersifat permanen. Jika anda memberikan 20 GB, maka ukurannya tidak akan berubah. Penulis kali ini akan memilih opsi pertama yaitu “Dynamically allocated”. Jika sudah, klik Next.

Alokasi Virtual Harddisk Virtualbox

Langkah keenam adalah mengalokasikan besarnya hard disk virtual. Walaupun penulis memilih hard disk virtual yang ukurannya dinamis, kita harus mengspesifikasikannya sebagai ruang dasar dalam membuat hard disk virtual. Penulis disini hanya mengalokasikannya sebesar 25 GB dan tentu akan bertambah sesuai keadaan. Jika sudah, klik Create. Selesai sudah membuat VM dalam artikel cara menggunakan VirtualBox ini.

Unduh Windows 10

Virtual Machine sudah selesai dibuat. Tentu agar dapat digunakan, anda perlu sistem operasi. Karena dari awal penulis ingin menggunakan Windows 10, penulis butuh file instalasinya. Anda bisa mengunduh Windows 10 disini. File-nya berbentuk installer, sehingga anda tidak langsung mendapatkan Windows 10-nya. Kemudian, jalankan untuk mulai.

Memilih Opsi Instalasi Windows 10 Installer

Langkah pertama, anda harus menyetujui EULA agar dapat mengunduh Windows 10. Klik Accept untuk memulai. Selanjutnya, anda diminta untuk memilih bagaimana Windows 10 akan terinstall. Pilih opsi kedua yaitu “Create installation media (USB flash drive, DVD, or ISO file) for another PC”. Karena kita akan mengunduh file berekstensi ISO. Klik Next jika sudah.

Memilih Jenis Windows 10 Installer

Langkah kedua, anda harus memilih jenis Windows 10 yang akan anda pilih. Karena penulis ingin mengunduh Windows 10 versi 32 bit, penulis menghilangkan tanda centang pada “Use the recommended options for this PC”. Pada kolom architecture, penulis pilih 32-bit (x86). Windows 10 versi 32 bit lebih ringan daripada 64 bit. Apalagi ini hanya untuk tes saja, opsi 32 bit menurut penulis sudah cukup. Jika sudah, klik Next.

Memilih Media Instalasi Windows 10 Installer

Langkah ketiga adalah memilih media instalasi. Disini kita membutuhkan ISO File, oleh karena itu pilih saja opsi itu. Klik Next jika sudah. Kemudian, anda diminta untuk memilih lokasi dimana file-nya akan disimpan.

Proses Mengunduh Windows 10 Installer

Tergantung dari kecepatan internet yang anda miliki, tunggu beberapa saat hingga Installer selesai mengunduh Windows 10.

Install Windows 10 ke Virtual Machine

Memutuskan Internet Dalam Virtualbox

Langkah selanjutnya dalam cara menggunakan VirtualBox adalah install Windows 10. Pada saat proses install Windows 10 ke Virtual Machine, Windows 10 akan menggunakan internet anda untuk mengunduh update yang ada. Jika anda tidak suka, anda bisa mengklik menu Devices > Network > Connect Network Adapter. Jika memang komputer anda tidak terkoneksi internet, anda bisa melompati cara ini.

Memilih Instalasi Windows 10 Ke Virtual Machine Virtualbox

Virtual Machine sudah siap, begitu juga dengan file instalasi Windows 10. Langkah selanjutnya dalam cara menggunakan VirtualBox adalah meng-install Windows 10 ke Virtual Machine. Di VirtualBox, silahkan anda klik dobel VM yang sudah anda buat. Kemudian, anda diminta untuk memilih file instalasi. Karena sebelumnya sudah anda unduh, pilih saja file-nya seperti gambar diatas. Jika sudah, klik Start.

Mulai Menginstall Windows 10 Ke Virtual Machine Virtualbox

Selanjutnya, anda mulai untuk meng-install Windows 10 ke dalam VM. Tampilannya pun seperti diatas. Inilah penulis bilang dimana 2 sistem operasi berjalan bersamaan. Saat ini, komputer penulis menjalankan 2 Windows 10 dalam 1 komputer dan secara berdampingan. Opsi yang perlu anda ubah di gambar diatas mungkin hanya pada kolom “Time anda currency format”. Ubahlah agar menjadi Indonesia. Jika sudah, klik Next. Selanjutnya di tampilan berikutnya, klik “Install Now”.

Serial Number Windows 10 Virtualbox

Anda akan diminta untuk memasukkan serial number Windows 10. Karena kita tidak punya, langsung saja klik “I don’t have a product key”.

Memilih Versi Windows 10

Kemudian, anda akan diminta untuk memilih versi Windows 10 yang akan di-install. Disini, penulis akan menggunakan “Windows 10 Pro” untuk menggunakan seluruh fitur yang diberikan Windows 10. Jika sudah, klik Next.

Jenis Instalasi Windows 10 Virtualbox

Selanjutnya, anda diminta untuk menyetujui EULA. Seperti biasa, beri tanda centang pada “I accept the license term” dan klik Next. Kemudian, anda diminta jenis instalasi yang dipakai. Karena kita install bersih, pilih opsi yang “Custom: Install Windows Only (Advanced)”. 

Memilih Dimana Windows 10 Akan Terinstall Virtualbox

Kemudian, anda diminta untuk memilih dimana Windows 10 akan terinstall. Sebelumnya, kita sudah mengalokasikan virtual hard disk sebesar 25 GB. Maka seperti gambar diatas, yang tersedia juga 25 GB. Jika sudah, klik Next. Tunggu beberapa saat hingga Windows 10 selesai di-install.

Konfigurasi Windows 10 di Virtual Machine

Saat selesai ter-install, Windows 10 akan memandu anda mengkonfigurasi Windows 10 dengan Cortana. Klik saja icon microphone di pojok kiri bawah jika anda tidak ingin menggunakan Cortana.

Memilih Region Instalasi Windows 10 Virtualbox

Pertama, anda akan diminta memilih region. Untuk kenyamanan, pilih saja Indonesia dan klik Yes.

Memilih Keyboard Layout Windows 10 Virtualbox

Untuk layout keyboard, pilih saja US dan klik Yes. Ketika diminta untuk menambahkan layout kedua, klik saja “Skip”.

Memilih Koneksi Internet Windows 10 Virtualbox

Selanjutnya, anda diminta untuk koneksi ke internet. Karena sebelumnya penulis sudah mematikan internet, maka penulis diminta untuk koneksi ke internet. Klik saja “Skip for now” agar Windows 10 tidak dapat menggunakan jaringan internet anda jika anda ingin seperti itu.

Memberikan Nama Pengguna Windows 10

Selanjutnya, berikan nama siapa yang akan menggunakan VM ini. Jika sudah, klik Next.

Memberikan Password Windows 10

Langkah selanjutnya, silahkan berikan password. Berikan saja password yang mudah. Klik Next. Tahap selanjutnya, konfirmasi password yang anda buat dan klik Next. Kemudian, anda diminta untuk memberikan petunjuk mengenai password. Ketik apa saja dan klik Next.

Pengaturan Privasi Windows 10

Kemudian, anda diminta untuk mengkonfigurasi pengaturan privasi. Langsung saja, klik “Accept”. Tunggu beberapa saat hingga konfigurasi selesai. Setelah masuk ke desktop, maka Windows 10 sudah bisa anda gunakan.

Meng-install Guest Additions

Walaupun Windows 10 dalam VirtualBox sudah bisa anda gunakan, namun anda sangat disarankan meng-install satu komponen yang sangat penting. Namanya adalah “Guest Additions” yang merupakan kumpulan driver dan berbagai utility lainnya agar koneksi antara komputer utama dan VM semakin baik. Dengan memasang guest additions, anda dapat mengubah ukuran jendela VM, dukungan drag & drop, dan lain-lain. Performa dari VM pun akan meningkat, berkat adanya driver yang sesuai.

Virtual Cd Guest Addition Virtualbox

Untuk meng-install Guest Additions, tidak diperlukan adanya internet karena sebenarnya sudah ada di VirtualBox. Anda meng-install-nya melalui virtual CD Drive. Caranya adalah klik Devices > Insert Guest Addition CD Image. Kemudian, buka File Explorer dengan cara tekan tombol Windows + E. Klik dobel pada virtual CD. Maka tampilannya akan seperti dibawah ini:

Mulai Install Guest Addition

Ada 3 file .exe yang akan muncul. Pilih saja yang “VBoxWindowsAdditions” seperti gambar diatas. Kemudian, klik Next saja hingga instalasi selesai. Nantinya ada driver yang harus anda install. Jika ada pemberitahuan instalasi driver, klik saja “Install”. Terakhir, anda akan diminta untuk restart. Setelah selesai restart, maka ketika anda resize ukuran VM-nya, sistem operasi di dalamnya pun akan menyesuaikan ukurannya. Begitu juga dukungan drag & drop, anda bisa copy dan paste file dengan mudah antar sistem.

Install Ubuntu ke Virtual Machine

Memilih Ubuntu Virtualbox

Sebagai bonus dalam artikel cara menggunakan VirtualBox, penulis juga sertakan bagaimana cara install Ubuntu ke Virtual Machine. Silahkan baca bagian “Membuat Virtual Machine” di artikel ini. Bedanya hanyalah pada saat memilih sistem operasi, pilihlah sistem operasi Ubuntu seperti gambar diatas. Kemudian, ikuti saja seperti cara sebelumnya.

Unduh Ubuntu

Unduh Ubuntu Di Website

Anda bisa mengunduh Ubuntu disini. Penulis merekomendasikan anda menggunakan Ubuntu versi LTS. Pada saat artikel ini turun, versi LTS yang terbaru adalah Ubuntu 16.04.4. Klik saja tombol “Download” seperti gambar diatas untuk memulai. Jika anda ingin mengunduh Ubuntu versi 32 bit, klik saja “Alternative downloads and torrents”. Pastikan anda mengunduh file yang berekstensi ISO sama seperti Windows 10.

Memasang Ubuntu ke Virtual Machine

Memilih Iso Ubuntu Virtualbox

VM dan file instalasi Ubuntu anda sudah ada, sekarang saatnya memasang ke VM. Klik dobel VM-nya dan pilih file Ubuntu yang berekstensi ISO yang sudah anda download seperti gambar diatas. Jika sudah, klik “Start” untuk memulai.

Mulai Install Ubuntu Ke Vm Virtualbox

Setelah anda menunggu beberapa saat, maka akan muncul tampilan diatas. Langsung saja klik “Install Ubuntu”.

Mempersiapkan Instalasi Ubuntu

Karena penulis tidak terkoneksi internet (penulis sarankan untuk tidak terkoneksi internet), maka opsi yang muncul hanyalah “Install third-party software for graphics and Wi-Fi hardware, Flash, MP3 and other media”. Beri saja tanda centang pada opsi tersebut dan klik “Continue”.

Jenis Instalasi Ubuntu

Selanjutnya, anda diminta untuk memilih jenis instalasi Ubuntu. Pilih saja opsi “Erase disk and install Ubuntu”, karena kita tidak memiliki data apapun di VM, kita dapat menghapus seluruh isi virtual hard disk. Jika sudah, klik “Install Now”. Klik “Continue” untuk mengkonfirmasi penghapusan hard disk virtual.

Selagi instalasi berlangsung, anda akan diminta memasukkan beberapa informasi seperti di kota mana anda tinggal. Kalau anda tinggal di Indonesia bagian barat, pilih saja Jakarta. Indonesia tengah pilih saja Makassar. Dan Indonesia timur bisa memilih Jayapura. Selanjutnya adalah Keyboard Layout. Pilih saja US sama seperti di Windows 10.

Informasi Komputer Ubuntu

Terakhir, anda akan diminta memasukkan nama beserta nama komputer anda nantinya. Karena ini hanya sebuah VM, isi saja terserah anda. Jika sudah, klik “Continue”. Tunggu beberapa saat sampai instalasi Ubuntu selesai dilakukan. Nanti anda diminta untuk melakukan Restart jika dibutuhkan.

Meng-install Guest Addition di Ubuntu

Dialog Box Instalasi Guest Addition Ubuntu

Seperti Windows 10, agar dukungan fitur VirtualBox semakin banyak serta performa yang lebih mantap, lakukan instalasi Guest Addition. Klik menu Devices > Insert guest addition CD image. Setelah itu, akan ada pemberitahuan untuk anda menjalankan software Guest Addition. Klik saja “Run”. Di Ubuntu, anda harus memberikan password agar bisa menginstall software baru. Masukkan password agar Guest Addition dapat ter-install.

Install Guest Addition Ubuntu

 

Proses instalasi Guest Addition di Ubuntu akan tampak seperti diatas. Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi selesai.

Restart Ubuntu Di Virtualbox

Setelah selesai, anda akan diminta untuk Restart VM anda. Pada pojok kanan atas, ada icon gear. Klik saja dan klik “Shut down”. Kemudian, anda akan diminta memilih lagi. Klik “Restart”. Setelah Restart, anda siap menggunakan Ubuntu di VirtualBox!

Cara Menggunakan VirtualBox: Tools yang ada di VirtualBox

Sampai saat ini, anda sudah berhasil membuat VM dengan 2 sistem operasi yang berbeda. Selanjutnya, penulis akan mencoba memperkenalkan anda dengan beberapa tools yang bisa anda pakai.

Menggunakan shortcut keyboard

Ketika anda menggunakan shortcut keyboard di VM yang anda buat, tidak semua shortcut tersebut dapat bekerja. Shortcut umum seperti CTRL + C dan CTRL + V bisa anda lakukan. Jika jendela VM anda aktif, maka shortcut tersebut akan terjadi di VM, bukan di komputer utama anda.

Namun, ada beberapa shortcut yang hanya aktif di komputer utama anda saja. Misalnya saja, coba saja anda menekan tombol CTRL + ALT + DEL saat anda menggunakan VM. Shortcut tersebut aktif di komputer utama anda, bukan di VM. Lalu, bagaimana cara mengaktifkannya ke VM?

Memasukkan Shortcut Ke Vm Virtualbox

Caranya adalah dengan klik menu Input > Insert CTRL-Alt-Del untuk mengaktifkan shortcut tersebut ke VM. Di Ubuntu, shortcut ini berfungsi untuk Log out dari komputer. Anda juga bisa mengatur shortcut lainnya di bagian “Keyboard Settings”.

Aktifkan shortcut menggunakan Host Key

Host Key adalah sebuah tombol khusus yang digunakan oleh VirtualBox yang aktif melalui komputer utama, namun memberikan efek ke VM. Jika anda menggunakan Windows, host key ini adalah tombol CTRL sebelah kanan keyboard anda.

Host Key ini sangat berguna ketika VM anda buka Full Screen dan anda ingin balik ke komputer utama. Untuk masuk ke Full Screen Mode, tekan saja Host Key + F. Maka VM anda akan masuk ke Full Screen dan komputer utama anda tidak akan kelihatan. Disini anda bingung, bagaimana balik ke komputer utama agar bisa digunakan?

Shortcut Virtualbox Dengan Host Key

Tekan saja shortcut tersebut lagi, sehingga ukuran jendela VM akan mengecil dan komputer utama bisa anda gunakan. Shortcut-shortcut yang menggunakan host key ini bisa anda temukan di beberapa menu seperti menu View seperti gambar diatas.

Opsi untuk Shutdown

VM bisa anda gunakan layaknya anda menggunakan komputer biasa. Anda bisa shutdown dan restart seperti biasa, namun hal tersebut hanya berlaku untuk VM, bukan komputer utama. Untuk memudahkan anda dalam melakukan hal tersebut, VirtualBox mendukung shutdown VM lewat tampilan komputer utama.

Opsi Shutdown Virtualbox

Pada jendela VM, ketika anda klik icon “x” seperti animasi diatas, maka ada 3 opsi yang bisa anda gunakan. Berikut penjelasannya:

  • Save the machine state: Proses ini sama layaknya hibernate. Kondisi VM saat ini akan disimpan termasuk program-program yang berjalan. Ketika anda menjalankan VM-nya lagi, program-program tersebut langsung terbuka seperti sebelumnya.
  • Send the shutdown signal: Proses ini akan mengirimkan sinyal shutdown ke VM. Ini sama seperti anda shutdown langsung di VM-nya.
  • Power off the machine: Proses ini akan menutup paksa VM. Ini sama seperti mencabut colokan listrik, sehingga komputer anda langsung mati jika anda menggunakan komputer fisik.

Menggunakan Snapshot

Dengan fitur Snapshot, anda bisa menyimpan keadaan awal dari VM, sehingga kapan saja anda ingin kembali ke keadaan semula, anda bisa menggunakan fitur ini. Snapshot sangat berguna jika anda ingin mengutak-atik VM dan ketika bermasalah, anda cukup mengembalikan ke keadaan semula dengan Snapshot ini.

Menggunakan Snapshot Virtualbox

Cara menggunakan Snapshot di VirtualBox adalah klik pada Machine Tools > Snapshots. Kemudian klik “Take”. Berikan deskripsi snapshot yang akan anda buat, misalnya seperti gambar diatas. Jika sudah, klik OK.

Mengetes Snapshot

Mari kita tes bersama. Penulis membuat sebuah file di desktop dengan nama “Test Snapshot”.

Restore Snapshot Virtualbox

Selanjutnya, penulis akan restore ke keadaan semula dimana file tersebut seharusnya tidak ada. Caranya adalah pilih saja snapshot yang sudah dibuat sebelumnya dan klik Restore.

Konfirmasi Restore Snapshot

Anda akan dimintai konfirmasi mengenai snapshot yang ingin anda restore. Jika anda ingin menyimpan keadaan VM yang sekarang, anda bisa mencentang opsi “Create a snapshot of the current machine state”. Klik Restore untuk memulai.

Mengetes Snapshot Berhasil

Jalankan VM lagi dan perhatikan bahwa file “Test Snapshot” yang penulis buat sudah tidak ada.

Dukungan berbagi File dan Folder antar sistem

Langkah terakhir dalam cara menggunakan VirtualBox adalah berbagi file dan folder. Alangkah mudahnya jika anda dapat berbagi file dan folder entah itu dari komputer utama ke VM atau sebaliknya. Sebelumnya, anda diminta untuk meng-install Guest Additions. Agar berbagi file dapat dilakukan, pastikan anda sudah meng-install Guest Additions.

Setting Vm Virtualbox

Setelah Guest Additions sudah anda install, anda dapat shutdown VM-nya dengan menggunakan opsi “Send the shutdown signal”. Lalu pada jendela VirtualBox Manager, klik kanan VM yang ingin anda hidupkan dukungan berbagi dan klik “Settings…”. 

Menghidupkan Dukungan Berbagi File Folder Virtualbox

Lalu pada bagian General > Advanced, ubah pengaturan Shared Clipboard dan Drag ‘n’ Drop menjadi Bidirectional seperti gambar diatas. Jika sudah, klik OK.

Masih banyak hal yang bisa anda lakukan di menu Settings pada VM. Silahkan anda telusuri opsi seperti System untuk mengatur pengaturan Motherboard dan prosesor, Display untuk mengatur layar, dan masih banyak lagi.

Drag N Drop Virtualbox

Untuk mencobanya, jalankan VM-nya dan lakukan drag ‘n’ drop seperti animasi diatas. Maka anda bisa berbagi file dengan mudah, baik dari komputer utama ke VM maupun sebaliknya.

Beberapa hal yang bisa anda lakukan dengan VirtualBox

7 Alasan Menggunakan Virtual Machine Saat Ini Juga!

Selesai anda menggunakan VirtualBox, pastinya ada banyak hal yang ingin anda lakukan. Berikut penulis sajikan beberapa hal yang dapat anda lakukan di VirtualBox pada artikel diatas.

Kesimpulan

Dengan membaca artikel ini, anda akan sangat paham bagaimana cara menggunakan VirtualBox yang benar. Entah apapun alasan anda menggunakan VirtualBox, aplikasi ini sangat powerful dan penulis sangat menyukai aplikasi gratis ini. Lalu, bagaimana dengan anda? Apakah sudah berhasil menggunakan VirtualBox? Apa alasan anda menggunakan VirtualBox? Jangan malu-malu untuk tulis di kotak komentar.

Sekian artikel Cara Menggunakan VirtualBox (2018): Petunjuk Manual, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. Jangan lupa untuk Like Facebook untuk berlangganan maupun via email agar artikel terbaru langsung hadir ke Facebook atau email anda.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.