HDD atau SSD?

Jaman sekarang terus maju. Dan teknologi semakin meningkat tahun demi tahun. Begitu juga dengan tempat penyimpanan data. Ya, Hard Disk Drive (HDD) adalah komponen vital untuk menyimpanan data – data yang kamu punya. Tapi, HDD sekarang dianggap sangat lambat. Untuk itu, SSD (Solid State Drive) lambat laun akan menggantikannya.

Apakah SSD (Solid State Drive)? SSD adalah tempat penyimpanan data dengan komponen dalam yang tidak bergerak (Solid). Berbeda dengan HDD yang mempunyai piringan di dalamnya, dan itu harus bergerak untuk dapat digunakan. Lalu, apa keunggulannya? Piringan dalam HDD harus diputar, untuk bisa dibaca dan ditulis. Untuk itulah, setiap HDD punya kecepatan putarnya masing – masing. Umumnya, HDD mempuyai putaran 5400 RPM (Rotation Per Minute / Putaran Per Menit). Sedangkan SSD, tidak punya piringan, tapi diganti dengan chip. Bisa dibilang, chip di SSD dengan di Flashdisk sama. Jadi, kecepatan akses, baca, dan tulis di SSD jauh lebih cepat daripada HDD.
Karena SSD berbasiskan chip, kerusakan pun dapat diminimalisir. Kenapa? Karena, komponen dalam tidak ada yang bergerak. HDD sangat rentan kerusakan karena komponen dalam bergerak. Jika HDD jatuh, berdoa saja piringan dalamnya tidak rusak. Kalau SSD, insya allah tidak akan rusak.

 Selain itu, SSD berukuran kecil. Chipnya kecil dibandingkan dengan piringan di HDD. Jadi, SSD sangat cocok digunakan di Netbook. Sehingga, desain Netbook menjadi sangat tipis. Dengan chip juga, suaranya dari SSD tidak bakal ada dan tidak bising. Kalau HDD, pasti akan mengeluarkan suara.
Lalu, apakah efek yang ditimbulkan jika kita memakai SSD? Tentu saja, performance komputer kamu meningkat drastis. Yaitu sekitar 5x lebih cepat daripada menggunakan HDD. Bahkan, ada yang bisa meningkat hingga 10x lebih cepat. Jika waktu Startup komputer kamu 40 detik, maka dengan SSD, bisa menjadi 20 detik dan komputer siap digunakan.
Nah, inilah yang paling tidak disukai. Masalah harga, SSD sangat jauh lebih mahal ketimbang HDD. Jika dengan uang Rp. 500.000, kita dapat membeli HDD internal dengan kapasitas sampai 300 GB. Sedangkan, jika kita membeli SSD internal, mungkin hanya mendapatkan kapasitas 50 GB. Memang kapasitasnya sangat kecil, tapi performa yang akan kamu dapatkan nantinya.
Walau pun SSD masih mahal sekarang, tetapi lambat laun pasti SSD akan lebih murah. Jadi, terserah pembaca sekarang, mau memakai HDD yang murah dan berkapasitas besar tapi performanya kurang, atau menggunakan SSD yang kapasitasnya kecil dan harga mahal tapi performanya tidak usah ditanya.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.