BerandaKeamananKenapa Orang Membuat Virus?

Kenapa Orang Membuat Virus?

Pernahkah kamu berpikir, apa tujuan sebenarnya membuat virus komputer? Tiba – tiba saja saya terpikir pertanyaan itu. Lalu, saya coba mencari di Google, ketemu juga ternyata alasannya. Dan akhirnya saya mengerti. Untuk itu, saya akan sharing lagi ke pembaca, supaya bukan saya saja yang makan ilmu, sobat juga bisa makan ilmu. Sharing is wonderful, am I right?

Kenapa Windows Yang Sering Terkena Virus?
Sebelum beranjak ke alasan orang membuat virus, saya akan memberikan jawabah terhadap pertanyaan diatas. Ya, Windows sering dijadikan target oleh orang untuk pembuatan virus. Karena, sistem operasi Windows merupakan sistem operasi yang paling banyak dipakai diseluruh dunia.
Jadinya, supaya virus yang dibuat diakui, haruslah dibuat untuk sistem operasi Windows. Tapi, tidak usah khawatir, karena banyak antivirus yang gratis dan bisa digunakan. Jangan lupa di update, karena tiap hari, virus dibuat.
Sekarang, saya akan menjelaskan apakah alasan orang membuat virus
Alasan Pertama: 
Untuk mengambil alih komputer dan menggunakannya untuk berbagai tujuan
 
Ini merupakan tujuan yang paling banyak digunakan. Untuk mengambil alih komputer, virus Trojanlah yang mempunyai tugas. Tipe virus ini biasanya diunduh secara diam – diam yang dikira oleh pengguna itu file yang aman, padahal tidak. Jadi, kita harus waspada apa yang kita unduh.

Ketika komputer kita terinfeksi (disebut dengan Zombie Computer), Trojan akan bergabung dengan channel chat pribadi dan menunggu perintah dari “Zombie Master”. Zombie Master adalah si pembuat Trojan tersebut, yang akan mengambil alih botnet dari ribuan komputer dan menggunakannya untuk serangan mendadak ke web server. Zombie master lalu memerintahkan semua komputer yang terinfeksi untuk mengirimkan data – data kecil ke web server. Dengan begitu, web server tujuan akan terjadi ‘overload’.

Zombie Master melakukan ini kebanyakan beralasan karena ingin menyingkirkan website saingannya. Dan juga, Zombie Master bisa juga mengirimkan E-mail spam. Sementara Zombie Master hanya diam duduk di kursinya, dan yang disalahkan telah menyebarkan spam adalah pemilik komputer yang terinfeksi.

Alasan Kedua:
Untuk menghasilkan uang


Tipe infeksi untuk alasan yang kedua ini, biasanya menggunakan antivirus atau spyware palsu yang bernama Rogueware. Ketika dijalankan, Antivirus palsu akan men-scan komputer dan akan memberitahukan kamu bahwa ada virus di komputer (padahal sebenarnya tidak ada). Lalu, kamu akan diminta untuk membeli Antivirus tersebut untuk menghapus virusnya. Jadinya, kamu akan tertipu.

Alasan Ketiga:
Untuk membuktikan, kalau itu bisa, untuk membuktikan kemampuan seseorang dalam membuat virus, atau untuk pembalasan dendam


Contoh yang tepat untuk menggambarkan virus dengan alasan diatas adalah MS. Blaster Virus (Lovesan). Virus ini sangat terkenal pada bulan Agustus 2003 yang menginfeksi ribuan komputer sekaligus.

Virus ini akan memaksa sistem untuk melakukan restart setiap 60 detik dan mempunyai 2 pesan tersembunyi dalam kodenya:
Salah satunya adalah pesan “I just want to say LOVE YOU SAN“, untuk itu Virus ini dinamakan Lovesan, dan pesa lainnya berisi “bill gates why do you make this possible? Stop making money and fix your software!!”. Dipercaya bahwa tujuan pembuatan virus ini adalah untuk membuktikan bahwa begitu mudahnya Windows untuk di-exploit.

Alasan Keempat:
Untuk melumpuhkan komputer atau network


Beberapa virus dibuat untuk melumpuhkan komputer dengan tujuan untuk menghentikan virus untuk menyebar ke komputer lain. Virus ini masih ada, tapi sudah jarang ditemukan. Virus yang paling buruk dari tipe virus ini adalah saat dulu 486 komputer terinfeksi Virus Computer Cripple dan menulis ulang semua MBR (Master Boot Record) yang akibatnya adalah komputer tidak dapat hidup.

Tidak seperti virus computer cripple, untuk masalah network, virus ini jarang ditemukan. Paling banyak virus ini didesain untuk meluncurkan “Denial of Service attack” yang mengakibatkan load berlebihan di komputer network, dan sering juga membuat komputer tersebut mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *